Beberapa Kebiasaan Keliru Dalam Kehiduan Muslim Sehari hari

Disusun Oleh:
Indi Leswiati
Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Pamulang



Tujuan utama allah swt menciptakan manusia adalah untuk beribah kepadanya. “dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku”. (qs: adz-dzariyat:56). Dengan kata lain seorang muslim tidak lepas dari kegiatan kegiatan ibadah yang wajib dilakukan dan meninggalkan larangan yang ditetapkan allah. Banyak amalan yang diajarkan rasulullah saw. Yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin baik berdimensi lahir maupun batin. Namun dalam praktiknya banyak tuntunan yang berkaitan dengan adab, akhlak, bahkan akidah yang tidak dilakukan sesuai dengan yang telah dituntunkan oleh beliau, sehingga amalan yang seharusnya bernilai pahala disisi allah swt menjadi tidak sempurna bahkan sia sia. Berikut akan kita kupas beragam kekeliruan yang dilakukan kaum muslimin dalam kaitannya dengan adab, akhlak, akidah, ibadah, serta amalan yang menyangkut muamalah.

Berikut diantaranya:
1.   Membiarkan sisa buang air kecil (kencing)
Medapat siksa kubur karena tidak membersihkan diri dari sisa buang air kecil (kencingnya)
Buang air kecil (kencing) adalah kotoran yang harus dibersihkan sayangnya hal ini kerap diremehkan. Kadang disengaja tidak dibersihkan dianggap tidak penting. Setelah “hajatnya selesai langsung saja pergi tanpa bersuci”. Rasulullah saw mengingatkan bahaya dari perbuatan ini. Suata ketika beliau melewati dua kuburan. Lalu beliau bersabda “kedua orang ini sedang diazab dan mereka diazab bukan karena dosa besar. Orang pertama diazab karena berbuat namimah (adu domba). Adapun yang kedua ia diazab karena tidak membersihkan diri dari buang air kecil (kencingnya)” hr. Muslim.
 
2.   Percaya zodiak
Bukan dari golonganku (rasulullah saw) orang mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya.
“rejeki anda minggu ini seret, urusan asmara tidak beruntung, kesehatan kurang fit” prediksi semacam ini popular disebut dengan zodiac atau ramalan bintang. Seorang muslim dilarang mempercayai jika ramalan tersebut benar, itu hanya sebuah kebetulan. Dikatakan dalam hadis yang diriwayati thabrani, “bukan dari golonganku (rasulullah saw) orang mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya atau minta diramalkan untuknya atau melakukan sihir atau minta disihirkan untuknya”. Beberda dengan berita goib yang telah ditentukan allah dan rasul-nya, melalui al-qur’an maupun hadist, mempercayainya adalah bagian dari iman”.
 
3.   Menguping
Barang siapa yang mendengarkan pembicaraan suatu kaum sedangkan mereka membencinya atau beranjak darinya niscaya dituangkan kepada kedua telinganya timah mendidih dihari kiamat – hr bukhari.
Terkadang kita dengan sengaja mendekati orang lain agar mengetahui isi pembicaraan mereka. Padahal orang yang didengar pembicaraannya bisa menjadi tidak nyaman jika ada pihak lain yang mendengarkan (menguping) oleh karena itu kita perlu menahan diri agar tidak penasaran terhadap isi pembicaraan yang sedang mereka bicarakan.
 
4.  Tidak membiasakan salam
Maukah kalian aku tunjukan sesuatu yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian akan saling menyanyangi. Sebarkanlah salam diantara kalian.
Terhadap sesame muslim kita perlu membiasakan salam. Dari pada mengucapkan “selamat pagi, selamat siang” yang sifatnya mubah, mengucapkan salam lebih utama karena mengandung doa juga mendapat pahala. Sabda rasulullah saw “kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyanyangi maukah kalian aku tunjukan sesuatu yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian akan saling menyanyangi. Sebarkanlah salam diantara kalian” – hr muslim.
Imam nawawi menjelaskan, dalam hadis ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada kaum muslimin baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.
 
5.   Boros
Dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya perborosan-pemborosan itu saudara-saudara setan.
Tidak semua orang kaya bersikap boros. Tidak semua orang miskin juga bersikap hemat. Kenyataannya ada orang yang hidupnya pas-pasan bisa bersikap boros. Ia membeli barang-barang yang tidak menjadi kebutuhannya tapi sekedar ingin gengsi dan semacamnya. Atau membelanjakan harta untuk jalan yang mendurhakai allah swt. Akhirnya kondisi ekonominya lebih besar pasak dari pada tiang. Meski orang kaya lebih berpotensi hidup boros, jika ia memahami agamanya dengan baik ia akan lebih amanah dalam mengelola hartanya. Allah swt berfirman, “dan janganlah kamu menghambur hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya perborosan-pemborosan itu saudara-saudara setan” (qs: al isra: 26, 27).
Menurut ibnu katsir, “disebut saudara setan karena orang yang boros dan menghambur-hamburkan harta akan meninggalkan ketaatan pada allah swt dan terjerumus dalam maksiat”.
 
 
Beragam amalan saleh telah diajarkan rasulullah saw kepada umatnya, namun dalam praktiknya masih banyak terjadi kekeliruan dimasyarakat, sehingga amalan tersebut tidak bernilai pahala bahkan menjadi sia sia. Bisa dibayangkan jika kebiasaan kekeliruan ini dilakukan bertahun tahun tanpa ada koreksi diri (muhasabah), sudah berapa lama waktu yang terbuang sia sia. Melakukan amalan mulia tapi tidak dinilai sebagai amal kebaikan disisi allah swt. Nauzubillah minzalik.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Internet Explorer akan Pensiun 2022

Dampak Dari Pergaulan Bebas