DAMPAK BURUK MI INSTAN JIKA DIKONSUMSI SECARA BERLEBIHAN

 

Disusun Oleh:
Yuda Tama
Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Pamulang


Mi instan adalah makanan yang rasanya sangat enak. Mi instan merupakan makanan berat yang paling murah dan paling mudah ditemukan di pasar swalayan. Mi Mi instan diciptakan pada tahun 1958 di Jepang oleh Momofuku Ando, yang juga mendirikan perusahaan makanan Nissin Foods. Pada saat itu, Nissin Foods meluncurkan produk mi instan bermerek Chikin Ramen.


Mi instan di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh PT Lima Satu Sankyu (selanjutnya berganti nama menjadi PT Supermi Indonesia) dan PT Sanmaru Foods Manufacturing Indonesia Ltd. yang berdiri pada tahun 1968. Pada tahun yang sama, diluncurkan merek mi instan pertama di Indonesia, Supermi. Empat tahun kemudian, 1972, diluncurkanlah merek mi instan terkenal dan kedua di Indonesia, Indomie. Mi instan merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang Indonesia telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah. Supermi dan Indomie adalah merek mi instan yang pertama kali hadir dan paling terkenal di Indonesia  saking terkenalnya, orang Indonesia sering menyebut mi instan dengan sebutan "Indomie", kendati yang dikonsumsi tidak bermerek Indomie. Merek mi instan lainnya yang terkenal di Indonesia antara lain adalah Supermi, Sarimi, Mi ABC, Mie Sedaap, Migelas, Pop Mie. Dan lain-lain.


Namun di balik kelezatannya, terlalu sering mengonsumsi mie instan tidak baik bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah bahaya mie instan untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan :

1. Gangguan Pencernaan

Mie instan tidak baik bagi kesehatan sistem pencernaan karena kandungan serat dan nutrisinya cukup rendah. Sehingga bisa berisiko mengalami sembelit atau siklus buang air besar (BAB) menjadi tidak lancar.

2. Berisiko Kanker dan Asma

Mie instan bisa menyebabkan kanker karena makanan ini butuh proses mencerna yang cukup lama. Mie instan juga terdapat bahan kimia seperti TBH dan BHA yang bersifat karsinogenik. Kandungan tersebut dapat menyebabkan kanker dan bahkan dapat menyebabkan asma hingga diare.

3. Diabetes

Mie instan sangat tidak dianjurkan bagi pasien diabetes karena bisa menganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin. Makanan ini akan mengakibatkan pencernaan bekerja lambat. Mie instan juga mengandung bahan kimia beracun dan bahan pengawet yang tidak baik untuk kesehatan.

4. Berisiko Batu Ginjal

Mie instan bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Kok bisa? Dampak ini dikarenakan adanya kandungan garam dalam mie instan terbilang cukup tinggi, sehingga bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Solusinya, Anda harus banyak minum air putih setelah makan mie instan.

5. Obesitas

Mi instan memang dapat memberikan efek mengenyangkan, namun juga cepat membuat kamu merasa lapar dan membuat kamu akan cenderung ingin makan kembali. Selain itu, mi instan juga memiliki kalori dan karbohidrat yang tinggi. Banyak orang mengonsumsi mi instan dengan menyandingkannya dengan nasi dan sering pula mengonsumsi mi instan pada saat malam hari. Hal ini yang membuat kelebihan kalori dan karbohidrat sehingga dapat memicu obesitas.

 

Jika ingin memakan mie, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Konsumsi hanya satu porsi mie instan, tidak yang dobel

2. Sebelum menyajikannya di piring, pisahkan mie instan terlebih dahulu. Kemudian, air sisa

3. rebusannya yang berwarna kuning harus dibuang. Anda bisa memakai air panas jernih   

    sebagai kuahnya,

4. Buat bumbu mie dengan bahan racikan sendiri menggunakan bahan dapur alami tanpa

    mendambah micin atau MSG

5. Campur mie instan dengan sayuran segar bukan telur

6.  Tidak menambahkan saus, tetapi ganti dengan cabai sebagai rasa pedas alami

7. Jika ingin lebih sehat, Anda bisa memilih mie hijau yang terbuat dari sayuran

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Kebiasaan Keliru Dalam Kehiduan Muslim Sehari hari

Internet Explorer akan Pensiun 2022

Dampak Dari Pergaulan Bebas