Disusun oleh:
Hendra Witono
Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Pamulang
Mengetahui perbedaan antara IQ dan EQ, sebagai berikut: Setiap orangtua tentu
menginginkan anaknya tumbuh cerdas. Namun, seringkali kecerdasan anak dilihat orangtua
dari segi akademis atau nilai IQ saja. Padahal, kecerdasan itu memiliki pengertian yang
sangat beragam, lho. Dua di antaranya yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini adalah
kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ).
Intelligence Quotients (IQ) adalah kemampuan seseorang untuk menalar,
memecahkan masalah, belajar, memahami gagasan, berpikir, dan merencanakan sesuatu.
Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah yang melibatkan logika.
Sementara itu, Emotional Quotients (EQ) merupakan kemampuan seseorang untuk
mengenali, mengendalikan, dan menata emosi serta perasaan, baik itu perasaan sendiri
maupun perasaan orang lain. Kecerdasan ini juga memberi kesadaran mengenai rasa empati,
cinta, kemampuan memotivasi diri, dan kemampuan untuk menghadapi kesedihan dan
kegembiraan secara tepat.
Kedua jenis kecerdasan itu tidak bisa dipisahkan, sehingga jika ditanya mana yang
paling penting di antara keduanya, tentu saja keduanya penting untuk dimiliki. Namun
sebagai orangtua, penting juga untuk
1. IQ Dibawa Sejak Lahir, sedangkan EQ Dapat Diasah
IQ merupakan kecerdasan yang dibawa oleh anak sejak lahir, sedangkan EQ adalah
kecerdasan yang berkembang seiring pertumbuhan psikis anak. Perkembangan EQ dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor luar, seperti lingkungan yang dapat mendukung kecerdasan
emosional si anak lebih terarah.
Sementara itu, meskipun bawaan sejak lahir, bukan berarti IQ seorang anak tidak bisa
berkembang. Ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari berbagai jalur pendidikan, akan
membuat kecerdasan intelektual anak menjadi terasah.
2. IQ=Logika, EQ=Empati
Menurut para pakar psikologi, IQ merupakan kemampuan intelektual yang dimiliki
anak untuk memecahkan sebuah masalah dengan unsur-unsur matematik dan logika.
Sementara EQ merupakan kemampuan untuk menghadapi masalah dengan melakukan
berbagai pertimbangan emosi, empati untuk menempatkan diri dalam suatu kondisi, sebelum
akhirnya membuat sebuah keputusan.
3. IQ Membuat Pandai dalam Angka, sedangkan EQ Membuat Pandai dalam Bersosialisasi
Anak yang memiliki IQ tinggi akan memiliki keunggulan dalam mengerjakan
persoalan yang membutuhkan analisis data matematis, sedangkan anak yang memiliki EQ
tinggi akan unggul dalam hal sosialisasi. Rasa empati tinggi yang dimiliki anak dengan EQ
tinggi akan membuatnya mudah dekat dengan orang-orang di sekitarnya.
4. EQ Tinggi Lebih Berpotensi Menjadi Pemimpin yang Baik
Seperti disebutkan tadi, bahwa anak dengan EQ tinggi akan lebih mudah dekat
dengan orang-orang di sekitarnya, karena selalu bertindak menggunakan empati. Karena itu
pula lah, mereka dengan EQ tinggi lebih berpotensi menjadi pemimpin yang baik. Namun,
bukan berarti mereka yang ber-IQ tinggi tidak bisa menjadi pemimpin, ya. Mereka yang
memiliki kecerdasan intelegensi tinggi akan cenderung bisa sukses secara individual, yang
akan terlihat dari kecerdasannya secara akademis.
Komentar
Posting Komentar